Kamis, 26 November 2009
Menang 1-0 atas Debrecen, Liverpool Tersingkir dari Liga Champions
Dari hasil matchday kelima tersebut, Fiorentina berhak menemani Lyon ke babak 16 besar sebagai wakil grup E. Di klasemen sementara, Fiorentina mengoleksi 12 poin dari lima laga. Lyon menyusul dengan 10 poin, Liverpool (7), dan Debrecen yang belum sekali pun meraih poin.
Meski masih tersisa satu laga, dua posisi terbawah klasemen hampir pasti tidak berubah. Liverpool yang kalah head to head oleh Lyon pasti finis di peringkat ketiga sehingga akan melanjutkan kiprah Eropa di babak 32 besar Europa League.
Praktis, persaingan menarik dalam matchday pemungkas (9/12) hanya perebutan predikat juara grup antara Fiorentina dan Lyon. Kans Lyon lebih baik karena hanya akan menjamu Debrecen. Sedangkan Fiorentina bakal away ke Liverpool.
Bagi The Reds (julukan Liverpool), terhenti di fase grup merupakan aib pertama dalam enam edisi terakhir Liga Champions atau sejak menjadi juara pada musim 2004-2005. Jika lebih diperhatikan, pencapaian Steven Gerrard dkk merosot dalam empat edisi terakhir.
"Ketika Anda selalu lolos dari fase grup di lima edisi sebelumnya dan sekarang gagal, itulah bagian dari sepak bola," kata Rafael Benitez, arsitek Liverpool, sebagaimana dilansir Daily Telegraph. "Yang harus kami lakukan selanjutnya adalah memberikan penampilan terbaik di laga pemungkas melawan Fiorentina," tambah pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut.
Liverpool sudah tampil baik saat melawan Debrecen di Stadion Puskas Ferencs kemarin. The Reds seolah menguasai jalannya permainan dari awal sampai akhir. Apalagi setelah David Ngog, pengganti Fernando Torres yang cedera pangkal paha, mencetak gol cepat saat laga baru memasuki menit keempat.
Gol tunggal Ngog mengakhiri catatan tidak pernah menang The Reds di empat laga sebelumnya di berbagai ajang. Kemenangan atas Debrecen sekaligus mengamankan jabatan Benitez. Sebelumnya, beredar rumor bahwa Benitez bakal didepak apabila Liverpool tersisih dari Liga Champions musim ini.
Tapi, Chief Executive Liverpool Christian Purslow memastikan bahwa posisi Benitez tidak terusik. "Posisi Rafa (sapaan akrab Rafael Benitez, Red) masih aman dan dia sama sekali tidak berada dalam tekanan klub. Dia baru menjalani empat bulan dari kontrak lima tahun yang ditekennya di awal musim ini. Jadi, kami masih akan berbisnis dengannya," tegas Purslow di Sportinglife.
Purslow menambahkan, manajemen Liverpool bisa menerima alasan Benitez seputar kegagalan The Reds di Liga Champions. Alasan apa? "Jika Anda menganalisis dua laga kami sebelumnya melawan Lyon, kami harus kebobolan gol-gol di menit-menit akhir. Kami benar-benar tidak beruntung," papar Benitez sebagaimana dikutip The Daily Post.
Read More ..
Sabtu, 21 November 2009
Jamu Everton, MU Harus Menang
United kini terpaut lima poin (25-30) dari Chelsea yang nangkring di pucuk klasemen. Agar gap tidak makin lebar, United tidak punya pilihan selain harus menang saat menjamu Everton di Stadion Old Trafford dini hari nanti (siaran langsung TV One pukul 00.30 WIB).
''Sampai Maret tahun depan tidak ada lagi break agenda internasional. Jadi, boleh dikatakan kompetisi sesungguhnya baru dimulai,'' ungkap pelatih United Sir Alex Ferguson seperti dilansir Sportinglife.
Ferguson menuding break internasional sebagai penyebab United belum menemukan konsistensi permainan. ''Anda tidak akan mendapatkan kondisi tim yang sama setelah break. Belum lagi apabila banyak pemain datang dengan kondisi cedera setelah membela negara masing-masing,'' katanya.
Ya, beberapa penggawa United memang cedera setelah tampil bersama negaranya. Lihat saja cedera punggung yang membekap Rio Ferdinand sejak bulan lalu. Sementara Michael Carrick mengalami cedera engkel setelah membela Inggris pada laga uji coba melawan Brazil di Qatar pekan lalu (14/11).
Daftar itu bertambah dengan cedera paha yang dialami John O'Shea saat membela Republik Irlandia dalam playoff Piala Dunia 2010 melawan Prancis. Beruntung, Nemanja Vidic sudah bisa dimainkan sehingga United tidak sampai kekurangan stok pemain bertahan.
Everton sejatinya juga mengalami situasi sama. Gara-gara break internasional pada tanggal 10 dan 14 Oktober lalu, tim besutan David Moyes itu tidak pernah menang selama bulan itu (tiga kali seri dan sekali kalah). The Toffees -julukan Everton- baru mencicipi kemenangan lagi saat mengalahkan West Ham United 2-1 (8/11).
''Kami sebenarnya sudah kembali dalam trek dua pekan lalu. Tapi, setelah agenda internasional, saya tidak bisa memastikan apakah kami masih bisa mempertahankan soliditas seperti saat mengalahkan West Ham,'' kata Moyes di Sky Sports.
Everton bukan lawan yang secara tradisi mampu menyulitkan United, khususnya di Old Trafford. Dalam 17 kali laga di Premier League, hanya sekali Everton pulang dengan tiga poin.
Sayang, duel dini hari nanti urung menjadi reuni Neville bersaudara. Yakni, Gary Neville di kubu United dan Phil Neville di pihak Everton. Pada saat Phil ada kans dimainkan lagi setelah pulih dari cedera, Gary justru absen karena skors.
''Kondisi saya sudah cukup baik. Tapi, pekan ini baru memasuki pekan kesembilan dari vonis dokter yang menyatakan saya harus absen 12 pekan pascaoperasi lutut,'' tutur Phil kepada Soccernet. (dns/ca)
http://www.jawapos.com/ Read More ..
Jumat, 20 November 2009
'Kesalahan Wasit dan Handsball Loloskan Prancis' (World soccer competition)

Paris - Ternyata tidak semua orang Prancis menyambut gembira lolosnya tim Ayam Jantan ke Piala Dunia 2010. Mereka yang tak puas itu menyoroti tentang keberuntungan yang dialami oleh Prancis saat wasit mengesahkan gol Les Bleus.
Prancis memastikan lolos ke Afrika Selatan usai bermain imbang 1-1 dengan Irlandia, Kamis (19/11/2009) dinihari WIB. Tim asuhan Raymond Domenech lolos dengan agregat 2-1.
Bermain di kandang sendiri, Prancis sempat tertinggal oleh gol Robbie Keane di menit ke-32. Juara dunia tahun 1998 itu membalas melalui William Gallas di masa extra time.
Gol Gallas tersebut dinilai kontroversial. Pasalnya sebelum gol itu telah terjadi handsball yang dilakukan oleh Thierry Henry. Meski mendapat protes dari para pemain Irlandia, wasit tetap mengesahkan gol itu.
Ternyata peristiwa bola menyentuh tangan tersebut juga diakui beberapa figur sepakbola Prancis. "Kami lolos melalui kesalahan wasit dan kekuatan dari tangan seseorang, serta kegagalan Irlandia memanfaatkan kesempatan," ujar manajer Arsenal Arsene Wenger seperti dikutip dari AFP.
"Ini merupakan bencana. Benar-benar handsball dan semua pemain melihatnya. Namun wasit tidak (melihat peristiwa itu)," demikian pendapat Bixente Lizarazu, mantan pemain nasional Prancis yang ikut berperan dalam hadirnya juara dunia tahun 1998
| Check Page Rank of any web site pages instantly: |
| This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service |


